semangat….

buat semua yang kau cintai………….

Service dalam pelukan

Terus terang tidak ada niatan saya untuk memotivasi anda berfantasi yang aneh-aneh dengan judul ini. Ini hanyalah bentuk iklan terhadap tulisan saya, agar anda tertarik membacanya.

Nah, saya berfikir kira-kira beginilah cara perusahaan menarik pelanggannya. Dengan sesuatu yang unik sebagai bentuk penawaran. Namun apakah persepsi pelanggan sama dengan perusahaan itu urusan lain pula.

Hal ini tentu saja akan secara tidak langsung membuat pelanggan merasa tertipu. Tapi dalam aspek lain , hal ini dapat diabaikan jika pihak perusahaan menyediakan kompensasi yang layak sehingga pelanggan dapat betah berada didalam pelukan perusahaan.
Bagaimana kompensasi ini dilangsungkan? Ini kembali pada perusahaan. Tapi yang perlu ditegaskan bahwa pelanggan dewasa ini semakin pintar dalam memilih, ditambah lagi kompetitor pasar semakin ramai dengan tawaran yang mungkin juga unik.


Jawaban saya, service. Service sering sekali ditengarai sebagai penentu kemenangan kelangsungan perusahaan di belantara pasar. Hanya saja persepsi mengenai service ini yang perlu dibenahi.

Service seharusnya tidak dijadikan sebagai pelengkap. Service harusnya dijadikan ujung tombak utama yang membedakan dengan kompetitor lain. Service harus dilihat sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pelanggannya. Dan service pantang disebut hanya sebagai urusan divisi marketing. Service menurut saya adalah perusahaan, service adalah pola perusahaan, sdm, produk dan juga manajemennya.

Bagi pelanggan merasakan dan mengungkapkan bahwa service yang diberikan perusahaan telah tepat sepertinya merupakan pekerjaan yang susah-susah gampang. Terlebih jika harus mengingat-ingat kapan terakhir sekali merasakan service yang memuaskan. Tetapi jika ditanyaka pernahkah mengalaminya, sebahagian akan menjawab pernah.

Seperti yang telah diketahui bersama orientasi perusahaan dalam memberikan service adalah pelanggan. Karena karakter pelanggan yang berbeda-beda.

Bisa saja service ini menjadi bumerang bagi perusahaan.

Karena service tidak dilakukan secara sempurna, dan malah mendatangkan image yang kurang sedap bagi pelanggan.

Kaidahnya begini ”pelanggan akan menyampaikan excelent service kepada orang lain sebagai pertimbangan, namun untuk bad service akan disampaikan sebagai vonis kematian”

Proses prosedur harus dilihat juga sebagai bentuk service. Karena tidak sedikit orang yang beralih ke produk lain karena proses dan prosedur yang lebih simple dan efisien

Seperti bagaimana kita begitu terpesona saat pertama kali mesin ATM diperkenalkan
Atau pembayaran melalui Paypal atau transfer pulsa lewat sms. Intinya pelanggan mau gampang dan murah.

Nah selanjutnya kembali kepada anda mendefinisikan service yang terbaik buat perusahaan anda. Selamat mencoba.

May 23, 2012 - Posted by | Fun Ajah...., Manajemen Tips

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: