semangat….

buat semua yang kau cintai………….

Linux RAID – Pengenalan

Beberapa hari ini berkutat dengan belajar RAID. Ternyata si RAID ini berguna sekali. Setidaknya begitu kata orang2 yang saya ambil referensinya, heheheh.

RAID, Redundant Array of Inexpensive(Independent) Disks, adalah suatu sistem yang terbentuk dari beberapa harddisk/drive.

Kalo dulu saya cuma gandeng hardisk, dan kalo membackup data ya secara manual. Artinya seandainya hardisk system saya mate’, repairlah atau install ulanglah….hiks…

Nah si ..RAID ini memungkinkan kita untuk menggunakan lebih dari satu hardisk bersamaan, dimana yang satu , membackup yang lain. (walaupun ada juga yang justru memperbesar kapasitas hardisk, ntar dibahas..).

Gimana caranya?…Ntar dulu kayaknya pertama kali saya harus mencari tahu apa itu RAID.

Nah, RAID adalah alenia kedua tulisan ini, hehehe.

Nah RAID ini banyak macam, a.l :

1. RAID 0

RAID yang satu ini menggabungkan hardisk, sehingga yang terlihat adalah kapasitas kumulatif hardisk bertambah sesuai hardisk yang dipakai. Yah minimal untuk ini kita butuh 2 hardisk.

Contoh kasus misalnya kita cuma punya uang 900rb sementara kebutuhan kita adalah hardisk 500GB, eh tanya sana sini yang jual cuma kasih harga 500GB = 1,4 juta. Waduh..Alhamdulillah kita bisa beli hdd 250 GB = 400rb, jadi beli dua deh. 250 + 250 = 500GB = 800r. hemat..Pake RAID 0

2. RAID 1

Nah yang ini adalah model cermin atau bahasa daerahnya mirror. Syaratnya minimal 2 hardisk. Apa yang disalin dihardisk 1 maka juga akan disalin di hardisk 2. Keuntungannya jika hardisk 1 gagal hardisk 2 akan menggantikan, keren kan??

3. RAID2

Kalo yang ini butuh minimal 5 hardisk, kira2 rumusnya gini (n+3, n > 1). dengan n adalah jumlah hardisk.

n hardisk sebagai penyimpanan data dan 3 harddisk lainnya digunakan untuk menyimpan hamming code dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.

Sehingga kalopun dari n hardisk ada yang rusak maka data tetapdapat dibaca dengan memperhitungkan pariti kode hamming yang ada di 3 tadi harddisk.

4. RAID 3

RAID ini mirip RAID2 hanya saja rumusnya :(n+1 ; n > 1). jadi hanya butuh minimal 4 hardisk.

5. RAID 4

Sama dengan sistem RAID 3, namun menggunakan parity dari tiap block harddisk, bukan bit. Kebutuhan harddisk minimalnya juga sama, 3 (n+1 ; n >1).
6. RAID 5

Nah RAID ini sodaranya RAID 4 hanya saja tidak menggunakan satu hardisk tempat paritynya, melainkan disemua hardisk. Jumlah hdd minimalnya sama 3 (n+1 ; n >1).
Nah keuntungannya adalah mempercepat proses dan meminimalisasi pemapatan akses hardisk yang berisi data saja.

7. RAID 6

Nah ini sodara RAID 5 paling kecil, perbedaannya pakai 2 hardisk untuk parity. Rumusnya 3 (n+2 ; n >1).

OK. Itu dulu.

Soalnya lagi proses instalasi di Linux. Berikutnya InsyaAllah.

Terima kasih untuk

1. http://www.adhamsomantrie.com/?archive=2007&month=6

2. http://advosys.ca/viewpoints/2007/04/setting-up-software-raid-in-ubuntu-server/

February 28, 2008 - Posted by | OS

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: