semangat….

buat semua yang kau cintai………….

Breakfast Meeting MASTEL (diambil dari milis sebelah)

— In APWKomitel@yahoogroups.com, S Roestam <sroestam@…> wrote:
P MasWig dan Kawan2 Yth,

[mitro] Saya ingin menambahkan beberapa catatan kecil dari hasil
Breakfast
Meeting MASTEL dengan Bapak MenKominfo sbb:

1. Tentang Open Source, Bapak MenKominfo menyatakan bahwa di dunia ini
memang ada dua kubu, yaitu Copy-left dan Copy-right. Pemerintah akan
bersikap netral dan menjaga keseimbangan antar keduanya.


[rr] pak mitro Yth:
A. keseimbangan bisa dijaga bukan dengan sikap netral… tapi dengan
memberdayakan yang lemah dan mengawasi yang kuat agar tidak semena
mena… (istilahnya market regulations – supply side🙂

jadi kalau mau seimbang dan netral… berdayakan yang open source dan
free software movement dan awasi agar yang proprietary jangan semena
mena menguasai pasar dan agar aparat juga tidak bertindak semena mena
untuk menjaga yang kuwat…

itu baru namanya regulator berfungsi sebagai penyeimbang dan netral
menjalankan UU Anti Monopoli dan Persaingan Usaha yang sehat.

what do you think….pak mitro

[mitro]
2. Tentang rencana Microsoft untuk menjual MS Windows sebesar US$3
untuk kalangan tertentu di negara-negara berkembang, maka beliau
menanggapi secara analogi, yaitu, seekor Ayam Jago yg memiliki banyak
makanan, maka Ia tidak akan menghabiskan makanan itu sendirian, tetapi
akan menyisakan sedikit makanan bagi ayam-ayam betinanya. Ini merupakan
strategi, karena makanan yg sedikit itu dimasa depan akan menjadi
berlimpah ruah (ayam-ayam betina tersebut menghasilkan telor yg
berlimpah?)

3. Tentang maraknya sweeping warnet-warnet, belaiu menaggapi bahwa
dalam waktu dekat Ditjen Aptel DepKominfo akan mendistribusikan secara
gratis software2 Opensource bagi warnet, sehingga menghindarkan
pelanggaran HAKI dan melindungi warnet dari sweeping.


[rr]terima kasih pak atas concernnya terhadap warnet, untuk yang satu
ini… kepada pak mitro yang anggota ID-SIRTI ada titipan pak,…

B. Sebaiknya jangan membikin regulasi yang malah dapat dimanfaatkan
oleh oknum penegakan hukum…misalnya regulasi mengontrol pengunjung
warnet agar registrasi KTPnya… masyarakat agar registrasi, Ini nanti
kalau sudah keluar… bisa dimanfaatkan dimasa mendatang oleh oknum
utk razia lagi pak, seperti yang marak dilakukan saat ini.

Tapi sebaiknya malah fokus pada regulasi yang lebih kepada regulasi
regulasi yang memberdayakan warnet… misalnya warnet bisa
memanfaatkan dana USO… warnet masuk desa … warnet masuk sekolah…
gitu pak… yang ini sulit dimanfaatkan oleh oknum aparat untuk alasan
razia… mau ngak yah ?

gimana pak mitro… tolong juga disampaikan sama dirjen postel yang
membuat SK dan tim ID-SIRTI yang lain yah pak…

terima kasih atas dukungannya terhadap warnet dan semoga tidak hanya
menjadi catatan catatan saja, tapi actions

salam, rr – apwkomitel


[mitro] Saya ingin tambahkan, bahwa bagi pelanggan warnet yg masih
menginginkan software2 games yg berbasis MS Windows, maka penyelenggara
warnet dapat menyediakan software OSS yg bernama Virtual Box yg
memungkinkan software2 berbasis MS Windows dijalankan diatas Linux
Operating System.

Semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam

===============
P MasWig wrote:

Sahabat,

Pagi tadi, Rabo, 13/6/07 mulai 07.15 s.d. 08.30 bertempat di ruang
Cempaka, Balai Kartini, jalan Jenderal Gatot Subroto, XL menjadi host
acara executive breakfast meeting bersama Menkominfo dan pejabat eselon
1.

Dalam sambutannya yang banyak diselingi dengan guyonan khas arek
Suroboyo, Pak Nuh menyampaikan beberapa hal sebagai berikut (yang
berhasil saya catat):

Terjadi kebutuhan peningkatan relasional, tidak hanya B2B, tetapi
juga Person2Person. Dari sini muncul pola pikir baru “mutual life”
kehidupan yang saling memberi-manfaat, tidak maunya menang sendiri.
Guyonan beliau, jangan mau menang sendirin soale kalau meninggal tidak
akan ada yang mengubur.

Selanjutnya, beliau menguraikan program kerja yang sedang dan akan
dikerjakan, terutama yang melanjutkan percepatan realisasi program yang
sudah ditetapkan oleh pejabat sebelumnya, seperti USO, Palapa Ring, dan
Integrasi Resources (infrastructure).

Menjawab pertanyaan hadirin, Pak Nuh memberikan penjelasan bahwa kita
semua perlu memberdayakan (empowering) para pelaku ICT yang baru
tumbuh, dan selanjutnya membuat kebijakan dan regulasi dengan membuat
alternatif, tidak hanya satu opsi saja. Pemimpin yang baik adalah
pemimpin yang dapat menyediakan alternatif, bukan yang “pokoknya ini”
demikian kata Menteri. Dalam konteks ini Pak Nuh, juga menggambarkan
bedanya orang kaya dan miskin adalah pada pilihan (alternatif) yang
dimiliki. Orang kaya punya banyak alternatif, si miskin hanya sedikit
atau bahkan tidak punya alternatif sama sekali.

Mutual life ini diharapkan menjadi “dorongan sehat” bagi tumbuh
kembangnya industri ICT.

Dalam bagian jawaban kepada hadirin, Pak Nuh menjelsakan soal tiga
hal yang menjadi objek kebijakan yakni Infrastructure, Content dan
Context (ICC). Ketiga hal ini perlu mendapat perhatian karena informasi
sudah menjadi oksigen bagi organisasi dan individu.

Kominfo sudah membentuk team yang ditigasi untuk melakukan kaji ulang
(review) semua kebijakan terkait dengan ICT, terutama untuk melihat
kaitan (linkage) dan asbabul nuzul-nya. Peraturan dan perundangan yang
baik, demikian kata Pak Menteri, tidak boleh terjebak pada teknologi
yang kontemporer, karena regulasi dan perundangan akan cepat sekali
kadaluwarsa. Jadi atur saja hal-hal yang prinsip, sepanjang dalam
implementasinya memegang azas
Konsistensi & kontinuitas, yang akan menjadi arah (direction).

Menjawab pertanyaan tentang ukuran keberhasilan pembangunan ICT,
beliau menyebut topik besarnya adalah Information Accessability, yang
untuk mencapainya diupayakan dengan mencapai indikator optimal pada:
ketersediaan infrastruktur, penuruna harga layanan ICT, dan adanya
transformasi sosial atau ICT literacy.

Dalam membuat kebijakan dan regulasi, Menteri menyadari bahwa sebagai
manusia tentu bisa saja salah, namun bisa saja benar. Oleh karena itu,
beliau mengajak partisipasi aktif semua stakeholder untuk bersama-sama
membangun ICT. Pemerintah bisa benar, bisa (juga) salah.

Dalam hal content, beliau mengatakan sekarang dengan ICT semua orang
bisa menjadi sumber informasi. Informasi ada yang bagus, bermamfaat,
namun tidak sedikit yang buruk, maka sebaiknya setiap produsen
informasi menghasilkan informasi baik (pure oxygen), dari pada
menghasilkan informasi yang buruk (contaminated information).

Sebelum acara berakhir, Pak Aswin (Sekjen Kominfoy mengingatkan bahwa
dalam rencana strategis Kominfo ada tersebut pembinaan industri ICT
dalam negeri. Pak Aswin dan kemudian didukung Pak Nuh, menghimbau para
eksekutif telco untuk meningkatkan persentase penggunaan peralatan
jaringan produk dalam negeri

Pak Nuh menganalogikan industri telco dengan burung walet dan
sarangnya, beliau menutup sambutannya dengan nasehat (kepada operator
telco). “Jangan cuma telek-nya (susahnya) yang ditinggal untuk
Indonesia tetapi air liurnya (keuntungan) yang dibawa keluar negeri,
berilah juga airliur yang lebih banyak lagi untuk masyarakat
Indonesia”.

Salam dan Sukses untuk Anda, dari
Mas Wigrantoro Roes Setiyadi
Mobile: +6281876xxxxx
Email: maswig@…
Blog:http://maswig.blogspot.com

June 14, 2007 - Posted by | Breaking News

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: