hey…hey…hey….
si Doli nulis nih….
_________________________________________________
Dari milis sebelah.
Info for you guys! Semoga bermanfaat.. .
Guys… Sekedar info nih. Kalau kena tilang, langsung minta aja Slip Biru.
Polisi Lalulintas itu punya 2 slip. Slip Merah dan Slip Biru.
Kalau Slip Merah, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau
membela diri secara hukum.
Kalau kita dapat Slip Merah, berarti kita akan disidang. Dan SIM kita harus
kita ambil di pengadilan setempat
Tapi ngerti sendiri kan prosesnya? Nguantri yg panjang bgt. Belom lagi
calo2 yang bejibun. Tetapi kalau Slip Biru kita mengakui kesalahan kita dan
bersedia membayar denda. kita tinggal transfer dana ke nomer rekening
tertentu (BNI kalo ga salah). Abis gitu kita tinggal bawa bukti transfer
untuk di tukar dengan SIM kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.
Misalnya, kita ditilang di Perempatan Mampang-Kuningan, kita tinggal ambil
SIM kita di Polsek Mampang. Dan denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna
Jalan Raya itu tidak melebihi Rp. 50.000,- dan dananya Resmi, masuk ke Kas
Negara. Jadi, kalau ada Polantas yang sampe minta undertable Rp. 75.000,-
atau Rp. 100.000,-
Biasanya di Bunderan HI arah Imam Bonjol tuh, (sorry) but it’s Bu**S**t!
Masuk kantong sendiri.
Trust me guys, I’ve been doing this before. Waktu kena tilang di Bundaran
Kebayoran (Ratu Plaza). Saya memotong garis marga. Karena dari arah
senopati sebelumnya saya berfikir untuk ke arah Senayan, tetapi di tengah
jalan saya berubah pikiran untuk lewat Sudirman saja. Dan saya memotong
jalan. Saya berhenti di lampu merah arah sudirman. Dan tiba-tiba Seorang
polisi menghampiri dan mengetok kaca mobil. Dia tanya, apa saya tau
kesalahan saya? Ya saya bilang nggak tau. Trus dia bilang kalau saya
memotong Garis Marga. Saya cuman bilang, masa sih pak? saya nggak liat.
Maafin deh pak. Tapi dia ngotot meminta SIM saya. Alhasil saya harus
berhenti sejenak untuk bernegosiasi.
Dia meminta Rp. 70.000,-. Dengan alasan, kawasan itu adalah Kawasan Tertib
Lalulintas. “Nyetir sambil nelfon aja ditilang mbak!”. Dia bilang gitu.
Saya kembali ke mobil , dan berbicara sama teman saya yang kebetulan
menemani perjalanan saya. Teman saya bilang, “Udah kasih aja Rp. 20.000,-
kalo ga mau loe minta Slip Biru aja”. Dengan masih belum tau apa itu Slip
Biru, saya kembali menghampiri pak polisi sambil membawa uang pecahan Rp.
20.000,-. “Pak, saya cuman ada segini.” Si polisi dengan arogannya berkata,
“Yaahh.. segitu doang sih buat beli kacang juga kurang mbak”.
Sambil tertawa melecehkan dengan teman2nya sesama `Polisi Penjaga`.
“Ya udah deh pak, kalo gitu tilang aja. Tapi saya minta Slip yang warna
Biru ya pak!”. Seketika saya melihat raut wajah ketiga polisi itu berubah.
Dan dengan nada pelan salah satu
temannya itu membisikkan, tapi saya masih mendengar karna waktu itu saya
berada
di dalam pos. “Ya udah, coba negoin lagi, kalo ga bisa ga papalah.
Penglaris, Mangsa Pertama. Hahahaha… “. Sambil terus mencoba ber-nego.
Akhirnya saya yang menjadi pemenang dalam adu nego tersebut. Dan mereka
menerima pecahan Rp. 20.000,- yang saya tawarkan dan mengembalikan SIM
saya. Dalam perjalanan, teman saya baru menjelaskan apa itu Slip Biru.
So, kalo ditilang. Minta Slip Biru aja ya! Kita bisa membayangkan dong,
bagaimana wajah sang polantas begitu kita bilang, “Saya tilang aja deh pak,
Saya mengaku salah telah menerobos lampu merah.Tolong Slip Biru yah!”.
Pasti yang ada dalam benak sang polisi “Yaahh… ngga jadi panen deh
gue…”
Drive Save, Drive Carefully, & Cheers,
–
My Blog : http://dollyaswin.net
___________________________________________________
ya saya fikir kedepan lebih baik ditilang deh….
tapi kalo seat belt lumayan juga ya … (berapa ya mungkin sekitar 700rb??)
tapi kalo ditilang setidaknya kita telah memulai menjadi warga negara yang baik
siapa coba yang ga mau Indonesia kita ini menjadi negara yang aman nyaman tenteram untuk ditinggali
kalo bukan dari kita siapa lagi
mengubah sistem mungkin ga bisa
tapi …
mulai dari diri sendiri
mulai saat ini
mulai dari yang terkecil…
sori all bro/sis