Planet Berpotensi Dukung Kehidupan Terdeteksi?
Bismillah
Kira-kira itulah wacana yang dibuka oleh Yahoo pagi ini. Yah memang mereka (peneliti US) telah mengklaim bahwa mereka menemukan Planet lain yang diyakini bisa dihuni.
Pertanyaan dibenak saya, bagaimana membuktikannya, dengan hitungan matematika, fisika. Saya menolak disebut pesimistis. Namun saya ingin mengajak untuk berfikir lebih dan lebih.
Baik saya ambil contoh saja, mereka katakan jaraknya sekitar 20 tahun cahaya. Saya percaya anda telah mengetahui bahwa 1 detik cahaya = 300.000 kilometer. Dan 1 tahun cahaya = 9,460,730,472,580.8 kilometer. Wowh…..
Jadi berapa jarak 20 tahun cahaya?
Dengan apa kita bisa membuktikannya? berapa lama waktu yang dibutuhkan? berapa banyak biaya yang dikeluarkan?
Adakah membuat keadaan bumi atau mensejahterakan manusia? atau hanya berupa angan-angan yang membuat otak dan adrenalin anda terpacu.
Maka bangunlah dari tidur, dunia bukan serial kartun yang tokohnya tidak bisa mati dan kisahnya menyalahi sunnatullah dan hari ini jadilah inspirasi perubahan Indonesia yang berTauhid.
sumber
http://id.news.yahoo.com/viva/20100930/twl-bagaimana-planet-mirip-bumi-bisa-dit-cfafc46.html
http://id.news.yahoo.com/antr/20100930/ttc-planet-berpotensi-dukung-kehidupan-t-65082e6.html
Leadership – Fix The Problem, Not The Blame
Terlalu naif untuk mengatakan tidak ada yang harus disalahkan untuk suatu perkara. Kenapa? karena mengulas siapa yang salah dan bagaimana kesalahan diperbuat, akan menjawab “bagaimana mencegah kesalahan berulang”. Namun tetap menjadi pertimbangan adalah jarak yang diperoleh antara usaha mencari pelaku kesalahan dengan obat penebus kesalahan. Dalam artian jika dibutuhkan tindakan cepat maka mencari obat penebus kesalahan ldan ini ebih berarti daripada mencari pelaku kesalahan.
Tentu pusnishment and reward mesti dilaksanakan dengan batas kewajaran. Untuk apa? tentu saja untuk meninggalkan kesan dan pesan bahwa sekecil apapun kesalahan memiliki efek kepada perusahaan. Pentingnya adalah meninggalkan penjelasan logis kepada pelaku, sehingga pelaku tidak merasa diperbuat semena-mena, atau setidaknya menjadi dasar bagi manajemen.
Kembali ke poin awal bagaimana mencegah kesalahan berulang”. Sudah semestinya semua system melakukan komunikasi, koordinasi dan kontrol serta melakukan evaluasi.
Referensi
http://management.about.com/cs/generalmanagement/qt/TipL2.htm
Peringatan Bagi yang Tergesa-gesa Untuk Berpoligami
- Apakah Disunnahkan poligami dalam Islam ?
- Sebuah Petikan Tentang Keadilan Salaf
- Peringatan bagi yang Tergesa-gesa
Allah Ta’ala berfirman:
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil [265], Maka (kawinilah) seorang saja [266], atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. An Nisa’ : 4)
[265] Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam memenuhi isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.
[266] Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. sebelum turun ayat Ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para nabi sebelum nabi Muhammad ayat Ini membatasi poligami sampai empat orang saja.
- Apakah Disunnahkan Poligami Dalam Islam ?
Poligami ini disunnahkan bila seorang laki-laki dapat berbuat adil di antara istri-istrinya berdasarkan firman Allah Ta’ala:
فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً
“Namun bila kalian khawatir tidak dapat berbuat adil maka nikahilah satu wanita saja” (QS. An Nisa: 3)
Dan juga bila ia merasa dirinya aman dari terfitnah dengan mereka dan aman dari menyia-nyiakan hak Allah dengan sebab mereka, aman pula dari terlalaikan melakukan ibadah kepada Allah karena mereka. Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman sesungguhnya istri-istri dan anak-anak kalian adalah musuh bagi kalian maka berhati-hatilah dari mereka“. (QS. At Taghabun: 14)
Di samping itu ia memandang dirinya mampu untuk menjaga kehormatan mereka dan melindungi mereka hingga mereka tidak ditimpa kerusakan, karena Allah tidak menyukai kerusakan. Ia mampu pula menafkahi mereka. Allah Ta’ala berfirman:
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
“Hendaklah mereka yang belum mampu untuk menikah menjaga kehormatan dirinya hingga Allah mencukupkan mereka dengan keutamaan dari-Nya” . (QS. An Nur:33)
(Dinukil dari “Fiqh Ta’addud Az Zawjaat”, hal. 5)
Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i pernah ditanya tentang hukum poligami, apakah sunnah? beliau menjawab: “Bukan sunnah, akan tetapi hukumnya jaiz (boleh)“.
Sebuah Petikan Tentang Keadilan Salaf
Ibnu Abi Syaibah Rahimahullah berkata dalam “Al Mushannaf” (4/387): Telah menceritakan kepada kami Abu Dawud Ath Thayalisi dari Harun bin Ibrahim is berkata: Aku mendengar Muhammad berkata terhadap seseorang yang memiliki dua istri: “Dibenci ia berwudlu hanya di rumah salah seorang istrinya sementara di rumah istri yang lain ia tidak pernah melakukannya“. (Atsar ini shahih)
Selanjutnya beliau berkata: Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Mughirah dari Abi Muasyir dari Ibrahim tentang seseorang yang mengumpulkan beberapa istri : “Mereka menyamakan di antara istri-istrinya sampaipun sisa gandum dan makanan yang tidak dapat lagi ditakar/ditimbang (karena sedikitnya) maka mereka tetap membaginya tangan pertangan“. (Atsar ini shahih dan Abu Muasyir adalah Ziyad bin Kulaib, seorang yang tsiqah)
Peringatan !!!
Di antara manusia ada yang tergesa-gesa dan bersegera melakukan poligami tanpa pertimbangan dan pemikiran, sehingga ia menghancurkan kebahagiaan keluarganya dan memutus ikatan tali (pernikahannya) dan menjadi seperti orang yang dikatakan oleh seorang A’rabi (dalam bait syairnya):
Aku menikahi dua wanita karena kebodohanku yang sangat
Dengan apa yang justru mendatangkan sengsara
Tadinya aku berkata, ku kan menjadi seekor domba jantan di antara keduanya
Merasakan kenikmatan di antara dua biri-biri betina pilihan
Namun kenyataannya, aku laksana seekor biri-biri betina yang berputar di pagi dan sore hari diantara dua serigala
Membuat ridla istri yang satu ternyata mengobarkan amarah istri yang lain
Hingga aku tak pernah selamat dari satu diantara dua kemurkaan
Aku terperosok ke dalam kehidupan nan penuh kemudlaratan
Demikianlah mudlarat yang ditimbulkan di antara dua madu
Malam ini untuk istri yang satu, malam berikutnya untuk istri yang lain, selalu sarat dengan cercaan dalam dua malam
Maka bila engkau suka untuk tetap mulia dari kebaikan
yang memenuhi kedua tanganmu hiduplah membujang
namun bila kau tak mampu, cukup satu wanita, hingga mencukupimu dari beroleh kejelekan dua madu
Bait syairnya yang dikatakan A’rabi ini tidak benar secara mutlak, tetapi barangsiapa yang takalluf (memberat-beratkan dirinya) melakukan poligami tanpa disertai kemampuan memberikan nafkah, pendidikan dan penjagaan yang baik, maka dimungkinkan akan menimpanya apa yang dikisahkan oleh A’rabi itu yaitu berupa kesulitan dan kepayahan.
Wallahu A’lam
(sumber dari kitab : Al Intishar lihuhuqil Mu’minat. Karya : Ummu Salamah As Salafiyyah Hal. 154 -. Penerbit darul Atsar Yaman Cet. I Th. 2002. Telah diterjemahkan dengan judul buku : Persembahan untukmu Duhai Muslimah Cet. Pustaka Al Haura’ Yogyakarta)
Dikutip dari: Darussalaf.org offline Penulis: Ummu Salamah As Salafiyyah Judul: Catatan ringan tentang POLIGAMI
Sumber : http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/31/peringatan-bagi-yang-tergesa-gesa-untuk-berpoligami/
PEMBELAAN TERHADAP NABI MUHAMMAD (Dari Pelecehan Karikaturis Nashrani)
Dari kota suci Makkah Al Mukarramah (28 Dzulhijjah 1426 H), Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali berkata:
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ. أَمَّا بَعْدُ
Media massa, baik surat kabar ataupun yang lainnya, telah menyebarkan berita-berita menyedihkan dan melukai (umat), yang bersumber dari musuh-musuh Islam yang dengki dan terputus dari kebaikan, yang menyudutkan agama dan Nabi Islam. (Yaitu) perbuatan yang mengandung celaan terhadap Rasulullah dan menjelek-jelekkan risalahnya, yang muncul dari individu maupun organisasi Nasrani yang menyimpan kedengkian. Juga dari sebagian penulis yang dengki dan orang yang tidak peduli, seperti para karikaturis sebuah surat kabar Denmark, Jylland Posten, di mana para karikaturisnya menghina sebaik-baik manusia dan Rasul paling sempurna, yaitu Muhammad . Read more »
BERHIAS DENGAN AKHLAK MULIA
Penulis : Ustadz Qomar Suaidi, Lc
Di dalam Al Qur’an banyak dijumpai ayat-ayat yang memerintahkan agar manusia memiliki akhlak mulia. Akhlak mulia (akhlakul karimah) sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan yang kadang harus menghadapi cobaan-cobaan. Dengan akhlak mulia berbagai bentuk cobaan hidup bisa dijalani sehingga kita senantiasa diridhai Allah
Terkadang dalam kehidupan sehari-hari, kita harus dihadapkan dengan tantangan dan gesekan-gesekan hidup. Gesekan itu bisa datang dari diri kita sendiri atau dari orang lain. Tidak jarang kita dihadapkan dengan orang- orang terdekat seperti kedua orang tua, sanak famili, teman-teman, dan bahkan dari seluruh masyarakat. Read more »
Facebook dan Penghinaan terhadap Rasulullah dan Allah
Setelah sekian lama tidak menyentuh blog ini, akhirnya ada yang membangkitkan kecemburuan saya sehingga menuliskan artikel ini.
Betapa tidak, “facebook” yang notabene jejaring sosial terbesar terpopuler di Indonesia, sekali didalamnya termuat PENGHINAAN.
Kemudahan memiliki dan membuat group atau mempost apapun menjadi kesempatan bagi orang2 yang memiliki penyakit KRONIS HATI, untuk berbuat sesukanya tanpa etika, tanpa memanusiakan manusia lainnya.
Coba saja tilik group terbaru ini http://www.facebook.com/group.php?gid=129845023692704&ref=mf
Disana ditulis Muhammad SAW bukanlah NABI, melainkan BABI
Sebuah kecemburuan luar biasa terhadap ISLAM.
Demi Rabb semesta alam, Allah. mereka ini yang mempost berita provokasi adalah orang yang sudah bingung bagaimana cara menghancurkan ISLAM.
Masih penipuan SMS
Alhamdulillah saya ditolong dari jebakan satu ini. Dengan gaya yang mungkin sangat populer hari ini saya menerima sms
SELAMAT!! Anda Men-dpt’HADIAH Rp. 75juta dari TELKOMSELpoin Di Undi tadi mlmPKL’23:30/RCTI.
Hub “kantor” pst 08131702622x
Ir ILHAM SUJANA
Pengirim:
+777
yang anehnya sms ini malah bersumber dari +628529961135x
Semoga Allah menunjuki penipu ini, dan semoga kita dilindungi dari perbuatan sejenis ini.
File ter “delete” recovery aja pake Recuva
Waduh silaf bener nih…kehilangan file berharga karena kecerobohan. Alhamdulillah ada teman yang menyerankan memakai produk ini.
Free loh download disini
Doa Memohon Petunjuk, Ketakwaan, dan Kecukupan Diri
Doa Memohon Petunjuk, Ketakwaan, dan Kecukupan Diri
Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar Syariah, Doa,
24 – Agustus – 2007, 21:13:35
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk, ketakwaan, diri yang terjaga dan kecukupan kepada-Mu.” (HR. Muslim, no. 6842) An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Al-‘Afaf adalah menjaga dan menahan diri dari perkara-perkara yang tidak diperbolehkan (oleh syariat). Al-Ghina adalah kecukupan jiwa dari manusia dan apa yang ada di tangan-tangan mereka (yakni harta mereka).” (Syarh Shahih Muslim, 17/43)
http://asysyariah.com/print.php?id_online=499
Siapa Saja Mahram Itu ?

Siapa Saja Mahram Itu ?
Ada beberapa pertanyaan yang masuk seputar permasalahan muhrim, demikian para penanya menyebutnya, padahal yang mereka maksud adalah mahram. Perlu diluruskan bahwa muhrim dalam bahasa Arab adalah muhrimun, mimnya di-dhammah yang maknanya adalah orang yang berihram dalam pelaksanaan ibadah haji sebelum tahallul. Sedangkan mahram bahasa Arabnya adalah mahramun, mimnya di-fathah.
-
Archives
- October 2010 (1)
- September 2010 (2)
- June 2010 (3)
- April 2010 (2)
- March 2010 (2)
- February 2010 (1)
- October 2009 (1)
- September 2009 (1)
- July 2009 (2)
- January 2009 (3)
- November 2008 (4)
- April 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS